FIB Unhas Gelar Sosialisasi Implementasi Aplikasi SIPANTAU untuk Percepatan Layanan Akademik

Makassar, 21 November 2025

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Implementasi Aplikasi SIPANTAU, sebuah sistem digital yang dirancang untuk mempercepat dan mengefisiensikan proses pemantauan tugas akhir mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, pukul 08.30 WITA di Ruang Rapat Senat Lantai 2 FIB Unhas. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Departemen/Program Studi S1, S2, dan S3, Kepala Sekretariat Departemen/Prodi, serta satu orang dosen pendamping dari masing-masing program studi. Kehadiran unsur pimpinan akademik ini menunjukkan dukungan penuh terhadap transformasi digital yang sedang diupayakan oleh fakultas.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ilham, S.S., M.Hum., yang menegaskan bahwa SIPANTAU merupakan inovasi penting dalam meningkatkan tata kelola akademik di lingkungan FIB. Beliau menekankan bahwa digitalisasi proses tugas akhir merupakan langkah strategis dalam memastikan layanan akademik menjadi lebih cepat, efektif, dan akuntabel.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama Dr. Hendra, S.Si., M.Kom., dari Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Universitas Hasanuddin, yang memberikan penjelasan teknis sekaligus pendampingan terkait pemanfaatan aplikasi SIPANTAU. Dalam paparannya, Dr. Hendra menekankan pentingnya integrasi teknologi untuk mempermudah proses administrasi dan memastikan setiap tahapan tugas akhir dapat dipantau secara real-time.

Beliau juga memaparkan berbagai fitur kunci SIPANTAU, seperti pengajuan judul skripsi, proses verifikasi, penunjukan pembimbing, monitoring bimbingan, hingga persiapan ujian akhir. Para peserta diberikan kesempatan mencoba langsung alur penggunaan aplikasi, sehingga implementasi di tingkat program studi dapat berjalan lebih optimal.

Dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya Unhas mempertegas komitmennya untuk terus mendorong modernisasi layanan akademik dan mendukung percepatan penyelesaian tugas akhir mahasiswa melalui sistem digital yang terintegrasi dan transparan.

Lokakarya Nasional Bahas Penyesuaian Kurikulum OBE Program Studi Bahasa dan Sastra Arab

Cirebon, 29–31 Oktober 2025Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Indonesia (IQLAB) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) selama tiga hari, 29–31 Oktober 2025, di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara IQLAB dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Lokakarya ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) di seluruh Indonesia dalam memenuhi standar minimum kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang mengharuskan adanya penyesuaian dalam sistem pembelajaran di perguruan tinggi.

Sebanyak 19 program studi Bahasa Arab dan Sastra Arab dari berbagai perguruan tinggi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) maupun Kementerian Agama (Kemenag). Kehadiran para pengelola program studi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan arah baru pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan zaman.

Pembukaan lokakarya berlangsung di Auditorium Gedung SBSN Siber lantai 8, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Adab serta pengurus pusat IQLAB. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Wakhid Nashruddin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peninjauan kurikulum sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing lulusan.

Usai sesi pembukaan, kegiatan berlanjut dengan diskusi intensif dan perumusan draft kurikulum yang dilaksanakan di lantai 5 gedung yang sama. Para peserta berbagi pengalaman dan praktik baik dalam implementasi kurikulum OBE, termasuk strategi penetapan capaian pembelajaran, metode asesmen, serta penyusunan dokumen penjaminan mutu berbasis luaran (learning outcomes).

Lokakarya ini diharapkan menjadi forum produktif bagi para akademisi dalam merumuskan kurikulum BSA yang lebih kontekstual, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, serta mampu menjawab tantangan pendidikan bahasa Arab di era globalisasi.

Sebagai tindak lanjut, para peserta lokakarya sepakat untuk membentuk tim nasional penyusun Panduan Kurikulum OBE Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Indonesia, yang akan bekerja secara kolaboratif dalam menyusun dokumen acuan nasional. Panduan ini diharapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh program studi BSA di Indonesia dalam merancang kurikulum yang inovatif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.